Alarm Atau Pecut Pengingat

Melanjutkan komentarnya, claudio ranieri juga menambahkan bahwa wes morgan sebenarnya tidak terlalu bicara banyak diruang ganti atau tidak terlalu sering memberikan pendapatnya mengenai suatu hal namun apabila tiba saatnya untuk pemain sepakbola profesional yang lahir tanggal dua puluh satu (21) bulan januari tahun seribu sembilan ratus delapan puluh empat (1984) silam di nottingham, inggris namun memiliki kewarganegaraan jamaika ini berbicara, maka semua orang yang ada diruangan berita bola indonesia itu akan berhenti dan mendengarkannya. Disini, claudio ranieri menganggap sosok wes morgan sebagai seorang kapten yang sempurna untuk sebuah tim dan juru taktik asal italia itu mengaku bahwa dirinya tidak tahu apapun juga mengenai seorang wes morgan sebelum ia ditunjuk untuk menjadi pelatih leicester city tapi saat ia menonton seluruh pertandingan klub yang bermarkas di stadion king power itu, claudio ranieri paham betul bagaimana kuat, solid, dan cerdasnya sosok wes morgan. Inilah yang membuatnya mendapatkan ban kapten dan bukan riyad mahrez atau jamie vardy.

Setelah membahas mengenai perjalanan karir seorang wes morgan dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau ditingkat klub berita bola dunia, baik ketika memperkuat nottingham forest maupun leicester city, sekarang kita akan beranjak ke topik berikutnya yakni kiprah serta sepak terjang dari pemain sepakbola profesional yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh delapan sentimeter (188 cm) ini ditingkat internasional. Pada tanggal satu (1) bulan september tahun dua ribu tiga belas (2013) kemarin, wes morgan untuk pertama kalinya mendapatkan panggulan untuk memperkuat tim nasional jamaika yang tidak masuk ke amerika bagian latin atau selatan melainkan CONCACAF bersama dengan kanada, amerika serikat, meksiko, dan juga negara lain yang terletak dikepulauan karibia. Meskipun dianggap sebagai konfederasi yang kurang bergengsi, namun mereka kerap melahirkan pemain handal.

Wes morgan kemudian ditunjuk untuk menjadi kapten tim nasional jamaika untuk pertama kalinya ketika punggawa leicester city yang juga menjadi kapten the foxes dengan mengenakan seragam bernomor punggung lima (5) ini tidak mampu memberikan kemenangan atas lawannya kanada. Pada pertandingan berita bola yang diselenggarakan tanggal sembilan (9) bulan september tahun dua ribu empat belas (2014) kala itu, tim nasional jamaika yang berjuluk the reggae boyz sendiri harus tunduk dari negara berbendera daun mapel itu dengan skor akhir tiga satu (3 – 1). Kanada memang bukanlah negara dengan kekuatan sepakbola yang tinggi, bahkan mereka berada dibawah amerika serikat diatas kertas namun wes morgan dan kawan – kawan sendiri malah memiliki kualitas tim yang jauh dibawahnya. Kekalahan ini juga sebagai alarm atau pecut pengingat kepada negara tujuan wisata swinger itu untuk meningkatkan performanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *