Granit Xhaka Ditingkat Klub

Pada musim sepakbola tahun dua ribu lima belas hingga dua ribu enam belas (2015 – 2016) kemarin, jan oblak mampu memenangkan trofi ricardo zamora yang diberikan kepada penjaga gawang berita sepak bola indonesia dengan performa terbaik setiap tahunnya. Kala itu, pemain sepakbola profesional yang lahir tanggal tujuh (7) bulan januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tiga (1993) silam di skofja loka, slovenia dan memiliki posisi sebagai penjaga gawang ini bahkan sanggup mencatatkan rekor paling mengesankan sepanjang sejarah pesepakbolaan spanyol dengan catatan hanya kejebolan delapan belas (18) buah gol saja dalam semusim itu. Performa jan oblak ini terbukti sangat konsisten dalam menghalau si kulit bundar dibawah mistar gawangnya sehingga tepat semusim berikutnya, ia kembali memenangkan penghargaan individual itu mengalahkan sejumlah nama beken lain mulai dari marc andre ter stegen hingga sosok keylor navas yang saat itu mampu mengantarkan real madrid menjuarai liga champions eropa sebanyak dua (2) kali secara beruntun untuk pertama kali sepanjang sejarah.

Itulah tadi seluruh perjalanan serta kisah hidup dari granit xhaka, mulai dari kehidupan kecilnya, karirnya mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau ditingkat klub berita bola bersama basel football club, borussia monchengladbach, arsenal, serta tim nasional swiss dan juga statistik karir ditambah lagi sejumlah penghargaan individual dan juga trofi yang telah dipersembahkan oleh pemain sepakbola profesional yang lahir tanggal dua puluh tujuh (27) bulan september tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh dua (1992) silam di basel, swiss dan kini ia berposisi sebagai gelandang tengah ini untuk seluruh tim yang pernah ia perkuat. Diusianya yang masih muda, granit xhaka terlihat mampu menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dan menjanjikan dari tahun ke tahun dan dari sini ia diharapkan bisa menjadi sosok berharga untuk pesepakbolaan swiss. Good luck granit xhaka.

Trofi berita bola dunia terakhir yang mampu dimenangkan oleh seorang granit xhaka ditingkat klub, terutama bersama arsenal sejauh ini adalah piala community shield tahun dua ribu tujuh belas (2017) kemarin yang diadakan oleh asosiasi pesepakbolaan inggris. Turnamen ini mempertemukan arsenal selaku juara piala FA musim lalu melawan kampiun liga primer inggris, chelsea dan pertandingan yang digelar distadion wembley ini berjalan sangat alot lantaran kedua belah tim harus bermain dengan skor imbang satu sama (1 – 1) hingga wasit melanjutkan partai itu ke babak adu pinalti. Granit xhaka sendiri disini diturunkan oleh pelatih arsene wenger selama sembilan puluh menit penuh, dan mengisi posisi gelandang bertahan bersama dengan mohamed elneny. Meskipun begitu, pemain sepakbola profesional yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh lima sentimeter (185 cm) ini tidak mendapatkan kesempatan mengeksekusi tendangan pinalti.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *