Salah Satunya Adalah Arsenal

Berikutnya pada bulan november tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh delapan (1978), arsene wenger akhirnya mampu mencatatkan debut alias penampilan perdananya mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau membela tim inti vauban untuk menghadapi msv duisburg dalam sebuah pergelaran piala UEFA (sekarang telah berganti nama menjadi liga chamnpions eropa) dan dalam laga berita sepak bola indonesia tersebut, rc strasbourg harus secara mnemalukan dipermak lawannya dengan skor akhir empat kosong (4-0) tanpa balas sama sekali. Sekitar satu bulan berselang, arsene wenger juga kembali diturunkan oleh pelatih max hild membela rc strasbourg dimana mereka berhadapan melawan as monaco, tim divisi pertama ligue 1 perancis yang dimasa mendatang nantinya juga sempat dilatih oleh pelatih berjuluk the professor tersebut. Pertemuan ini sangatlah menarik untuk diketahui lantaran tidak jarang juga banyak pemain sepakbola yang sempat bermain menghadapi tim yang nantinya akan ia bela, dan tidak terkecuali juga pelatih untuk melatih klub melawan klub lain dimana nantinya mereka latih.

Arsene wenger muda sendiri pada akhirnya menghabiskan dua (2) tahun terakhirnya dalam karir sepakbolanya sebagai pemain yang mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau ini dengan menghabiskan waktu yang lebih banyak pada menjalankan serta melatih tim muda juga cadangan dari rc strasbourg. Seorang pelatih dan pemain juga haruslah memiliki sikap profesionalitas yang tinggi agar pekerjaan mereka semakin mendapatkan rekomendasi dari berbagai pihak apabila sewaktu – waktu mereka diharuskan untuk hijrah ke klub berita bola dunia lain. Namun sikap profesionalitas seperti ini juga nampaknya kurang ditunjukkan oleh beberapa pelatih sekarang seperti jose mourinho yang kerap menyalahkan kekalahan timnya dan segala sesuatu buruk yang terjadi didalam sebuah laga kepada wasit dan anak asuhnya walaupun pada kenyataannya, sebagai seorang pelatih tentu saja “The Only One” ini memiliki kendali penuh pada strategi yang diterapkan pergantian strategi dari pelatih.

Selain itu, arsene wenger juga bahkan sempat belajar dan berhasil mendapatkan lisensi kepelatihannya di strasbourg, perancis atau lebih tepatnya pusat sumber daya manusia dibidang performa sektor olahraga bnerita bola yang tentu saja tidak sembarang orang bisa menyelesaikannya. Waktu itu, pelatih yang diberikan nama julukan “sang profesor” oleh para media dan komentator sepakbola ini mendapatkan bimbingan tentang bagaimana cara untuk melatih pemain berusia muda yang masih anak – anak, dan diikuti dengan kursus berikutnya selama enam (6) hari yang sangat padat dan menguras konsentrasi. Program ini sendiri nantinya akan membuahkan lisensi kepelatihan bagi arsene wenger ditingkat nasional dan internasional, jadi ia bisa melatih tim lain yang notabene kualitasnya berada diatas rc strasbourg maupun berbagai klub lain yang sempat ia bela dulu, dimana salah satunya adalah arsenal, tim berita bola papan atas liga primer inggris.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *