Tidak Mampu Merubah Pendirian

Sepanjang bulan oktober dan juga november tahun 2005 silam, arsene wenger kembali terlibat dalam adu mulut dan juga saling melontarkan ejekan dengan pelatih chelsea saat itu yang berasal dari portugal, jose mourinho dimana kala itu, juru taktik yang sekarang mengasuh manchester united tersebut menuduh pelatih yang lahir di strasbourg perancis tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) silam ini dikatakan memiliki obsesi mendalam terhadap dirinya dan tidak dalam ranah profesionalitas dengan chelsea dan melabeli seorang arsene wenger sebagai seorang yang suka mengintip karena ketika keduanya bertemu diberbagai ajang kompetisi berita bola indonesia, arsene wenger kerap mencuri dengar apa yang dikatakan oleh jose mourinho ketika memberikan strategi kepada para pemainnya. Hal ini juga memang tidaklah ilegal atau dilarang namun juga sangat tidak etis mengingat sepakbola adalah olahraga yang mengutamakan sportivitas dan juga profesionalisme diatas segalanya namun belakangan ini sang profesor sudah agak santai.

Setelah manchester united saat itu mampu mengakhiri rekor arsenal dimana mereka sempat tidak pernah terkalahkan selama empat puluh sembilan (49) pertandingan beruntun dikancah liga primer inggris melalui sebuah tendangan pinalti yang dipandang oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang tidak wajar dan tidak seharusnya setan merah mendapatkan perlakuan khusus seperti itu. Kala itu, seorang anggota dari kubu the gunners dikabarkan melempar satu potong pizza ke punggawa manchester united ketika mereka berpapasan dilorong menuju ruang ganti. Hal ini tentunya merupakan sesuatu yang tidak sepantasnya ditunjukkan didalam dunia sepakbola lantaran sama sekali tidak menunjukkan sisi profesionalisme dan juga sportivitas yang sangat dijunjung, baik didalam berita bola maupun diluar lapangan hijau ketika sedang tidak aktif mengolah si kulit bundar. Penghentian rekor memang sangatlah menyakitkan namun tidak seharusnya mereka melakukan itu.

Didalam sebuah wawancara berita bola dunia yang dilakukan sekaligus oleh dua (2) media sepakbola ternama asal inggris, the times dan juga daily mail ditahun dua ribu sembilan (2009) silam, arsene wenger menjelaskan bahwa kurangnya rasa percaya dirinya terhadap para pelatih lain sendiri sering sekali digambarkan sebagai sebuah kebencian, terutama ketika dirinya terpampang menghiasi halaman paling depan dari koran harian. Pelatih yang sering dijuluki sebagai sang profesor ini kemudian menambahkan bahwa sebenarnya ada beberapa pelatih lain yang ia hormati dan kagumi, serta disisi lain arsene wenger juga menghargai apa yang mereka lakukan demi timnya tapi mereka semua adalah musuh diatas lapangan hijau dan arsene wenger juga tidak bisa begitu saja terbuka membahas hal – hal yang terutama besifat sangat sensitif. Nampaknya masa – masa yang dihabiskannya dijepang juga tidak mampu merubah pendirian dari juru taktik yang satu ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *