Yang Harus Dijunjung Tinggi

Terakhir, mantan kapten tim nasional ayam jantan tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan dari publik umum dan mengatakan bahwa tim nasional perancis adalah milik seluruh warganya, bukan perorangan. Patrice Evra juga mengatakan bahwa orang perlu tahu kenyataan yang ada dan juga penyebab dari permasalahan besar kala itu yang lagi – lagi membuat mereka harus tersisih lebih awal dari sebuah pergelaran berita bola dunia bergengsi. Walaupun begitu, hingga sekarang setelah hampir delapan (8) tahun berlalu, masih belum ada kejelasan mengenai asal muasal dari ketegangan internal yang terjadi kala itu dan tidak bisa dipastikan apakah itu semua disebabkan oleh seorang Nicolas Anelka saja atau ada hal pribadi lainnya yang menyangkut pelatih Raymond Domenech dan anak asuhnya. Tapi seperti pepatah mengatakan, nasi sudah menjadi bubur dan sekarang tinggal ditambah cakwe.

Kemudian pada tanggal enam (6) bulan Agustus tahun dua ribu sepuluh (2010), Patrice Evra ditunjuk sebagai salah satu dari total lima (5) orang pemain sepakbola yang dipanggil oleh pemerintah untuk menghadiri sebuah persidangan berita sepak bola indonesia yang diadakan oleh komite kedisiplinan federasi sepakbola perancis (FFF) sebagai respon dan permintaan pertanggung jawaban atas apa yang terjadi pada piala dunia sebelumnya. Lalu ditanggal tujuh belas (17) bulan Agustus tahun yang sama, pemain sepakbola yang berposisi sebagai bek sayap kiri ini kemudian mendapatkan sanksi larangan bertanding ditingkat internasional membela negaranya Perancis sebanyak lima (5) pertandingan sebagai hukuman dari keterlibatannya pada pemberontakan yang terjadi terhadap pelatih raymond domenech. Pemberian hukuman seperti ini memang diperlukan bagi para pemain yang bertindak tidak jelas agar mereka bisa menjadi lebih baik bermain dengan sangat fantastis.

Perbedaan pendapat berita bola yang terjadi antara bomber tim nasional Perancis Nicolas Anelka dengan sang pelatih Raymond Domenech sendiri digadang – gadang atas alasan mantan punggawa Chelsea tersebut yang diperlakukan sebagai anak tiri dan tidak dianggap oleh sang juru taktik, dan sampai sekarang kabar tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Selanjutnya keputusan pihak ofisial federasi sepakbola Perancis (FFF) serta staff kepelatihan tim ayam jantan yang memutuskan untuk memulangkan nicolas anelka ini berujung kepada protes yang dilayangkan oleh para pemain, dan Patrice Evra termasuk diantaranya pada tanggal dua puluh (20) Juni. Pada protes ini, para pemain yang terlibat menolak untuk mengikuti jadwal latihan yang telah ditetapkan dan tentu saja kelakuan mereka sama sekali tidak mencerminkan etika profesionalitas yang harus dijunjung tinggi bukan hanya oleh pemain sepakbola saja melainkan semua orang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *